10 Sabar. Sifat orang Korea yang terakhir adalah sabar, mereka sangat sabar dalam menjalankan sesuatu. Walaupun nggak semua orang Korea seperti ini tapi mereka sangat mudah beradaptasi dan responsif terhadap tren dan budaya baru seperti teknologi, infrastruktur dll sehingga mereka lebih mudah mempelajari hal baru dengan sangat baik.
AllahSWT akan mengecewakan dirinya dan tidak memberikan apa yang diminta. Bertawasul kepada seorang wali atau orang mati atau orang hidup atau raja, dengan harapan dia terhindar dan terselamatkan dari siksaan Allah SWT. Na'audzu billahi tsumma na'audzu billah. Semoga kita semua terjauhkan dari sangkaan buruk ini.
Berikut5 di antaranya. 1. Fokus kepada lawan bicara. Saat berbicara dengan orang lain, arahkan fokus sepenuhnya kepada orang tersebut. Tatap matanya dan dengarkan baik-baik kata-katanya. Tentu hal itu tidak berlaku kalau kamu sedang mengerjakan hal yang menuntut konsentrasi penuh, misalnya menyetir. Tapi secara umum, berbicara dengan orang
Sebaliknya orang yang berpikiran pisitif selalu memandapa orang lain dengan sudut pandang yang baik. Bahkan, orang lain yangs udah jelas salah bagi dirinya, nahkan masih menganggap orang itu adalah orang baik. Semoga kita semua dijauhkan oleh Allah dari sifat buruk sangka itu dan menunjukkan kita kepada sikap berbaik sangka atau berpikiran
Inimenyindir sifat buruk manusia yang terkadang menganggap rendah sesamanya, tetapi kemudian menunjukkan rasa persahabatan (kedekatan) ketika orang itu mendapat keberuntungan dalam hidupnya. Kalimat pendek ini sering kita dengar kalau kita bertamu ke rumah orang Nias, sebuah ungkapan merendah.
4 Menyepelekan orang lain. Sifat sombong adalah sifat buruk yang dapat membuat seseorang yang memiliki sifat ini jadi menyepelekan orang lain. Ini terjadi karena orang dengan sifat sombong cenderung merasa bahwa dirinya adalah sempurna, sehingga orang lain adalah orang yang berada pada level di bawahnya. Dia akan merasa bahwa orang lain tidak
Laowomaru- Cerita Rakyat Sumatera Utara | Apresiasi Fiksi. Laoŵömarukhöndrongania, Sihoi, mböröŵa'abölonia, imane: andröabe'esibaindra'o, bambukawaandre, bahögöguyawa, si siwarozi. Na ladönida'ö, batayaŵa'abölögu. Akhirnya, Laowomaru memberitahukan kepada istrinya, Sihoi tentang sumber kekuatannya. Ia kemudian berkata
KEBUDAYAANSuku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi. Hukum adat Nias secara umum disebut "FONDRAKĂ–" yang mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian. Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik (batu besar) dibuktikan dengan peninggalan sejarah berupa ukiran pada batu-batu besar yang masih ditemukan di
mankepada Qadla dan Qadar adalah termasuk pokok-poko k iman yang enam (Ushûl al-Îmân as-Sittah) yang wajib kita percayai sepenuhnya.Belakangan ini telah timbul beberapa orang atau beberapa kelompok yang mengingkar i Qadla dan Qadar dan berusaha mengaburka nnya, baik melalui tulisan-tu lisan, maupun di bangku-ban gku kuliah. Tentang kewajiban iman kepada Qadla dan Qadar, dalam sebuah hadits
Iajuga rajin melayani di gerejanya, Gereja Kristen Baithani Awa'ai, Nias sebagai singer dan keyboardis. Tapi sebelum Juwita punya sifat seperti ini, sikapnya justru sangat bertolak belakang. Dulu sebelum ia menyadari kesalahannya, Juwita punya segudang kebiasaan buruk. Mulai dari malas kalau diminta tolong oleh orang tua, melawan orang tua
DuJ2ppY. Mungkin sisi terburuk dari sikap buruk adalah kita kadang melakukannya tanpa sadar. Kita tak tahu bahwa perbuatan kita sebenarnya mengganggu, karena di bayangan kita, yang kita lakukan sah-sah saja. Kita tak sadar bahwa kalimat yang kita lontarkan menyakiti, karena maksud kita adalah di sinilah pentingnya mengingatkan diri kita sekali-sekali. Sifat-sifat apa sih yang sebenarnya mesti kita kurangi? Di antara yang Hipwee jabarkan di bawah ini, yang mana yang paling sering kamu lakukan tanpa sadar?Eits, nggak apa-apa kok kalau kamu melakukan hal-hal ini sekali-kali. Kalau ada yang namanya sumber kekurangan, pasti manusia termasuk di antaranya. Yang penting adalah kita menunjukkan niat untuk memperbaiki kekurangan kita. Jadi, sifat-sifat apa saja yang harus kita hindari?1. Sok tahu dan hobi menggurui. Karena orang yang benar-benar pintar nggak akan merasa dirinya pintar.“Gini lho caranya, bukan gitu. Kan udah berkali-kali diajarin?” “Grammar kamu salah. Kok hal segampang gitu aja kamu nggak tahu sih?” “Ikut apa yang kubilang aja. Gak usah pakai nanya.”Ketika kamu merasa paling pandai dari orang-orang di sekitarmu, berhati-hatilah dengan keyakinanmu itu. Pertama, namanya juga keyakinan subyektif — kamu bisa saja salah. Kedua, keyakinan ini bisa menyeretmu melakukan hal-hal yang menyebalkan. Misalnya, karena tidak mau terlihat bodoh, kamu pura-pura mengerti apapun kata lawan bicaramu serta berusaha memonopoli pembicaraan. Padahal lebih baik kamu mengaku tidak tahu daripada pura-pura tahu sesuatu! Orang yang pengetahuannya palsu itu kelihatan, terbuka dan jangan segan untuk bertanya. Hal ini justru mampu membuatmu kian kaya ilmu dan wawasan. Di lain hal, jika memang kamu tahu akan sesuatu dan berniat membagi ilmu, selalu berikan orang lain kesempatan untuk tak setuju denganmu. Ingat salah satu tanda bahwa kamu benar-benar pintar adalah kamu tak merasa bahwa dirimu sendiri Karena punya barang mewah satu-dua, kamu merasa dirimu kaya“Wah kok kamarmu sempit ya… Kita main di kost-ku aja deh yuk?“ “Aku sih biasanya nggak mau kalau penginapanku nggak ada AC-nya.” Padahal lagi ikut acara kampus yang mengharuskan pesertanya nginep kayak ikan sarden di satu kamarSifat lain yang membuat orang lain enggan berada di dekatmu adalah merasa diri kaya. Merasa kamu memiliki hal yang tidak kamu miliki dan memamerkannya demi harga diri justru membuat orang di sekitarmu jengah. Apalagi kalau kamu sengaja nyinyir supaya orang sadar bahwa kamu kaya dan berharta. Tahukah kamu bahwa hal ini justru membuatmu makin kerdil di mata mereka?3. Orang-orang yang benar-benar kaya biasanya akan terlihat sendiri, kok. Hobi pamer kekayaan malah bikin kamu terlihat “Wah lucu banget dompetnya, kamu beli dimana?” Kamu “Oh, ini dioleh-olehin sama papaku dari Swiss. Biasa aja yang ini, bagusan yang satunya, yang dari Paris.” Teman “Oh…” *senyum kecut*Ketika kamu memiliki harta yang berlebih, syukurilah dan tidak usah bertinggi hati. Memamerkan hartamu tidak membuatmu makin kaya di mata orang lain. Hal ini juga tidak mengangkat derajat dan status sosialmu. Justru dengan cara inilah orang-orang makin tau bahwa kamu miskin iman. Jika memang kamu punya dan berada sadarilah bahwa hidup adalah roda yang berputar dan mungkin saat ini kamu hanya sedang berada di posisi atas. Ingat juga bahwa suatu saat nanti kamu akan berada di posisi Kalau kamu tidak dilibatkan dalam suatu obrolan, jangan langsung ikutan nimbrung. Ingat, kamu tidak yang juga bisa membuat orang di sekitarmu merasa jengah adalah ketika kamu tidak dilibatkan dalam suatu obrolan, namun tetap ngotot masuk ke dalamnya. Apalagi, kalau kamu tiba-tiba langsung memonopoli apa-apa jika kamu ingin mengakrabkan diri dengan sesekali menyambung ke dalam obrolan. Yang perlu diingat, memotong pembicaraan orang itu sama sekali tidak sopan. Jadi berusahalah untuk berendah hati setiap kali masuk ke dalam obrolan. Hormati juga kesempatan orang untuk berbicara dengan tidak memotongnya. Ingat juga, inti dari pembicaraan adalah pertukaran ide dan gagasan. Jadi, tak ada faedahnya untuk ngotot mendominasi. 5. Menganggap remeh orang lain tak akan membuatmu lebih hebat dari merekaDalam hati Ooooh, ini si anak baru. Ya ampun… dandanannya aja udik begitu!Diakui atau tidak, tanpa sadar kita sering memandang rendah atau menganggap remeh orang lain. Padahal hal itu tidak membuat kita lebih hebat dari orang yang kita pandang remeh berpikiran negatif dan merasa dirimu sudah hebat, kamu justru akan memberikan peluang bagi dirimu untuk mencecap kegagalan. Kenapa? Karena kamu menilai orang murni dari pembawaan dan penampilan, sementara kemampuan seseorang yang paling berharga selalu tersimpan di dalam diri mereka. Jangan kaget apabila suatu saat nanti kemampuanmu hanyalah sekecil ruas kuku orang yang kamu remehkan. 6. Kikir dan perhitungan, kalau kelewatan, akan membuatmu miskin temanKamu “Eh, mana kembalianku? Kurang seratus nih.” Teman “Yaelah… Cepek doang masih dicariin. Nih!”Perhitungan memang wajar. Namun, jangan sampai sifat yang aslinya baik ini jadi malah menyusahkan orang. Jika kamu tahu temanmu sedang tidak punya waktu untuk merogoh sakunya demi mencari koin 100 untukmu, bukankah lebih baik kamu mengikhlaskan koin 100 perak itu untuk dia? Jika kamu tahu teman yang berhutang padamu sedang kesulitan keuangan karena akhir bulan, tidakkah lebih baik bagimu untuk menagih hutang di awal bulan saja? Memang wajib untuk menjaga apa yang kamu punya, tapi kamu juga harus bisa membaca Dengan membicarakan orang di belakang, kamu menunjukkan bahwa nyalimu tak tebal“Tahu nggak sih? Si A itu ternyata ceweknya dua, lho.” Padahal yang satu itu adiknya, bukan selingkuhannya! “Si B itu udah punya pacar belum sih? Kok tiap kali pulang, yang nganterin beda-beda?”Ngomongin orang di belakang sering menjadi kebiasaan yang kita lakukan tanpa sadar. Mungkin karena kita tak berani mengeluh di depan orang yang membuat kita kesal, namun mungkin juga karena kita memang hobi mengekspos kehidupan privat membicarakan keburukan orang lain tidak menjadikanmu manusia yang luput dari kesalahan. Justru aktivitas ini dapat membuat reputasimu makin jelek. Orang-orang akan menjauhimu, tidak terkecuali teman-teman yang ikut bergosip bersamamu!8. Sedikit-sedikit mengadu ke dosen atau kepala sekolah, mungkin kamu bukan teman yang bisa diandalkan“Kamar lo bocor tuh. Gara-gara gak dirawat, sih. Gue bilangin Bu Kost lho kalau gini terus.” “Buat apa khawatir kamar gue bocor? Kan gue punya elo.” “Hah? Maksudnya?” “Iya. Elo kan ember. Tuh sana tampung airnya!”Sifat buruk yang satu ini bisa menjatuhkanmu di kemudian hari. Terbiasa mengadu dan bermuka dua akan menjadikanmu orang yang sulit dipercaya. Bukan gak mungkin orang-orang terdekatmu enggan berbagi cerita atau rahasia denganmu, karena tahu bahwa kamu orang yang tak bisa buruk yang satu ini juga bisa membuat label “si mulut ember” tersemat padamu. Teman-temanmu juga perlahan akan mundur teratur dan berpikir dua kali dulu sebelum mengajakmu bergabung di dalam pertemanan. Kurangi kebiasaan ini ya sebelum kamu benar-benar enggak punya teman karena tabiat jelek Hobi mengeluh justru akan memperparah rasa jenuhmu“Aduh, capek nih, kerjaan banyak banget…” “Aduh, laper….” “Aduh, ngantuk….”Mengeluh tidak akan mengurangi bebanmu. Justru hal ini akan membuatmu makin jenuh dan beban hidupmu terasa makin berat. Dengan mengeluh kamu juga akan mengganggu orang-orang yang ada di sekitar. Secara tanpa sadar kamu bisa menyebarkan aura negatif ke sekelilingmu. Bukan hanya bebanmu yang bertambah berat, tetapi orang-orang di sekitarmu juga akan makin mengeluh, kalian bisa mengingat lagi nikmat atau berkat yang sudah kalian terima hari ini. Mengubah sudut pandangmu dengan memandang hal dari kacamata positif mungkin bisa sedikit mengurangi kebiasaan jelek satu ini. Sebelum meratap betapa capeknya kalian karena beban pekerjaan yang tak kunjung usai, bersyukur dan berterimakasihlah bahwa kalian memiliki pekerjaan, ingat juga bahwa di luaran sana masih banyak orang yang membutuhkan lapangan pekerjaan demi sesuap Selalu merasa paling benar dalam segala hal bukanlah bukti kalau kamu pintarSelalu merasa paling benar dan tidak ingin kalah dalam berbagai hal juga bisa membuat orang-orang di sekitar kian sebal dan menjauhimu. Tidak mau mengaku salah adalah bukti bahwa kamu orang yang keras kepala dan bebal. Mungkin hal ini akan memuaskan egomu, tetapi cap negatif justru akan makin sering hinggap kepadamu. Mengakui kesalahan dan meminta maaf tidak menjadikanmu manusia lemah. Justru, banyak orang yang akan mengakui kebesaran Suka memerintah, tunjuk sana-sini. Padahal, melakukan itu sendiri pun sebenarnya kamu bisa.“Eh, ambilin itu dong…!” “Eh, kipas angin nyalain, gerah nih.”Suka memerintah atau bossy mungkin secara tidak sadar pernah atau sering kamu lakukan. Hobi memerintah orang di sekitar bukanlah tindakan yang membuatmu berada di posisi badan kita masih sehat dan panca indera masih berfungsi dengan baik, kenapa tidak melakukan semuanya secara mandiri? Jika memang membutuhkan bantuan orang lain, atur intonasi suaramu. Jangan menggunakan intonasi nada yang tinggi karena akan terkesan bahwa kamu menyuruh secara tidak baik-baik. Jangan lupa juga untuk selalu mengucapkan kata “Tolong” dan “Terima kasih” setiap sebelum atau sesudah menerima bantuan dari orang lain!Nah, masihkah kamu memelihara ragam tabiat buruk di atas? Jika iya, segera buang sifat itu jauh-jauh ya. Jangan sampai orang-orang yang berharga buatmu justru menjauhimu!
Apa itu naif? Ciri-ciri orang naif Cara mengatasi sifat naif yang negatif Terlalu mudah mempercayai orang lain tanpa mengetahui informasi sebenarnya di baliknya. Mungkin, hal itu yang bisa mendeskripsikan naif secara dasarnya, naif adalah salah satu karakter manusia yang terbilang lugu. Namun, tidak jarang juga banyak pendapat negatif mengenai sifat naif. Memangnya, apa saja ciri-ciri orang naif, ya?Apakah hanya orang yang bersifat polos saja? Nyatanya, ciri-ciri orang naif ini sangat beragam, lho. Mungkin, kamu pernah menemukan orang berciri-ciri ini di kamu semakin paham, cari tahu mulai dari pengertian serta ciri-ciri orang naif, yuk!Apa itu naif?Jadi sebenarnya, apa itu naif? Menurut Cambridge Dictionary, naif adalah sifat terlalu percaya bahwa seseorang mengatakan sesuatu secara jujur. Terlalu percaya jika niat orang tersebut cukup baik, dan menganggap jika kehidupan ini sangatlah sifat naif ini cukup berbeda dengan polos, ya. Pada dasarnya, sifat polos biasanya dimiliki oleh anak kecil yang belum terlalu mengerti akan kejahatan yang ada di umum, sifat polos ini dimiliki karena anak tersebut belum memiliki banyak pengalaman untuk bertemu banyak orang dari latar belakang naif sendiri lebih kepada karakteristik seseorang yang sudah cukup dewasa, namun terlalu percaya kepada orang lain dan tidak berpikir jika orang lain bisa saja orang yang naif tidak menyadari atau memperhatikan reaksi orang lain terhadap tindakannya. Ia akan langsung percaya akan omongan lawan bicaranya begitu naifCukup mirip dengan sifat polos, ada beberapa perbedaan dalam ciri-ciri orang naif yang bisa kamu ketahui, Terlalu mudah percaya dengan orang lainCiri-ciri orang naif pertama adalah terlalu mudah percaya dengan orang lain. Jika kamu selalu memercayai orang lain yang berkata apapun, lalu menyetujuinya, atau membantunya dengan mudah, sifat tersebut bisa dikatakan naif, pada dasarnya, tidak semua orang memiliki niat yang baik. Maka dari itu, saat berkomunikasi dengan orang lain, usahakanlah untuk mencari tahu fakta atau kebenaran dari perkataannya dahulu sebelum bertindak lebih lanjut untuk Terlalu mudah ditipuNah, ciri-ciri orang naif juga terlalu mudah ditipu, nih. Berawal dari mempercayai perkataan orang lain, lalu kamu akan ikut terjun membantu masalah yang dihadapi orang membantu masalah orang lain bukanlah sifat yang buruk. Namun, kamu bisa saja ditipu oleh masalah-masalah tersebut yang dibuat orang yang naif bisa mempercayai informasi dengan mudah dan langsung berpikir jika informasi tersebut adalah Mudah dimanfaatkan orang lainKarena mudah percaya dan ditipu, itulah mengapa orang naif juga menjadi mudah dimanfaatkan orang lain yang mengetahui sifat naif-mu, akan lebih sering memanfaatkan kebaikanmu untuk keuntungan mereka Ketergantungan kepada orang lainMerasa ketergantungan kepada orang lain juga merupakan ciri-ciri orang naif, lho. Orang yang naif biasanya lebih memilih untuk membiarkan dirinya dimanfaatkan orang lain karena takut kehilangan dukungan dari orang-orang Tidak ingin keluar dari zona nyamanMerasa bahagia di situasi saat ini dan tidak ingin keluar dari zona nyaman? Nyatanya, sifat tersebut bisa dibilang sebagai ciri-ciri orang yang berada di zona nyaman bisa menjadi penghambat pertumbuhan seseorang. Dari situ, seseorang tidak bisa mendapatkan pengalaman baru dalam hal mengatasi sifat naif yang negatifcara mengatasi sifat naif yang negatifBerdasarkan ciri-ciri orang naif di atas, bisa dikatakan jika sifat tersebut tidaklah merugikan orang lain. Namun, ciri-ciri orang naif tersebut malah merugikan diri dari itu, jika kamu merasakan beberapa sifat di atas terlihat mirip denganmu, lebih baik diatasi, ya. Tujuannya, tentu agar kamu tidak merugikan diri cara mengatasi sifat naif yang negatif bisa dicoba melalui beberapa cara di bawah iniCoba bertemu dengan banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-bedaOrang naif sering disebut tidak memiliki banyak pengalaman. Maka dari itu, kamu bisa mengatasinya dengan cara mulai bertemu orang-orang di luar untuk membangun hubungan baik dengan orang dari latar belakang yang berbeda-beda. Dengan begitu, pandanganmu akan dunia bisa menjadi lebih Keluar dari zona nyamanDi atas, telah disebutkan bahwa salah satu ciri-ciri orang naif adalah terlalu nyaman dan tidak ingin keluar dari zona solusi yang bisa dicoba untuk mengatasinya tentu saja dengan keluar dari zona nyaman. Jika kamu melakukan hal-hal baru, kamu akan menemukan berbagai peluang menarik di luar itu, pandanganmu terhadap suatu hal pun akan menjadi lebih beragam, tidak selalu Jangan mudah tertipuCiri-ciri orang naif memang dikenal mudah tertipu. Maka dari itu, usahakanlah untuk tidak mudah percaya atau tertipu akan omongan orang kamu mendapatkan sebuah informasi dari orang lain, pastikan untuk mencari tahu kebenaran dari informasi tersebut Berpikir panjang sebelum melakukan sesuatuNah, kamu juga harus mulai melatih diri untuk berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu, kamu bertindak untuk membantu, pastikan jika informasi tersebut memiliki banyak bukti intinya, orang yang naif ini justru merugikan dirinya sendiri karena ia terlalu membuka diri kepada orang ini berujung kepada orang lain yang akan memanfaatkan kebaikannya secara cuma-cuma. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk belajar mengenali diri sendiri dan orang di sekitarmu, takut untuk memulai sesuatu yang baru juga. Sebab, hidup akan selalu diwarnai dengan banyak hal-hal baru yang bisa dipelajari.
Berbagai suku di Nias ”Pulau Nias ini diduduki oleh sejumlah besar suku-suku.“ Beginilah ditulis oleh Edrisi pada tahun 1154. Edrisi lahir pada tahun 1099 di Ceuta, studi di Cordua, kemudian mengadakan perjalanan panjang dan akhirnya menetap di Sisilia. Untuk raja itu dia menulis suatu buku geografis yang cukup tebal. Antara lain Edrisi menulis tentang pulau Niyan Nias, bahwa “padat penduduknya”, bahwa disitu ada “satu kota besar” dan bahwa “pulau ini diduduki oleh sejumlah besar suku-suku.” Tradisi lisan di Gomo menyebut 6 leluhur atau suku yang diturunkan dari Ibu Sirici. Mereka ini tergolong sebagai penghuni pertama di pulau Nias. Mereka ini secara singkat diuraikan dalam silsilah orang-orang Nias oleh dua Misionaris, Sundermann dan Thomas, sesuai dengan tradisi lisan pada waktu itu, sekitar pada tahun 1885 . Kedua misionaris itu menyebut 2 pohon silsilah tambo. Pohon pertama menyebut penghuni asli Nias yang dinilai kurang manusiawi atau seperti hantu dan roh jahat. Dan baru kemudian diuraikan keturunan yang sungguh manusia niha dalam pohon kedua. Orang Nias menyebut diri mereka sebagai Ono Niha anak-anak dari manusia dan pulau tanah air mereka disebut Tanö Niha tanah manusia. Ia turunkan anaknya yang ke-6, Ibunda Sirici. Lukisan dari P. Johannes M. Hämmerle. Penghuni Nias yang pertama Grup Etnis dari bawah niha moroi tou Inilah manusia dari dunia bawah [moroi ba mbanua tou], penghuni gua yang tergolong periode awal Mesolitikum. Mereka menganut budaya epi-paleolitik Hoa Binh yang terkenal dari Vietnam. Terbukti melalui ekskavasi di Gua Tögi Ndrawa di dekat Gunungsitoli pada bulan Agustus 1999 oleh Museum Pusaka Nias bekerjasama dengan Universitas Airlangga. Batu yang di gunakan manusia yang di temukan di Gua Tögindrawa. Ekskavasi berikut oleh Balai Arkeologi Medan. Tögi Ndrawa, artinya Gua Orang Asing. Gua ini sudah dihuni lebih tahun yang lalu. Leluhur mereka disebut Latura Danö atau Nazuwa Danö atau Ba’uwa Danö. Ada beberapa variasi namanya. Masalahnya, dalam penelitian DNA patriliniar Y-Chromosom keturunan mereka tidak ditemukan. Gen mereka belum ditemukan pada masyarakat Nias yang hidup saat ini. Grup Etnis yang berkulit putih niha safusi Leluhur mereka Bela, dan mereka disebut Ono Mbela anak dari Bela. Ekskavasi di Gua Tögi Ndrawa dilakukan, karena tradisi lisan bicara tentang manusia gua. Ternyata benar. Tradisi lisan tidak boleh diremehkan. Lebih banyak lagi tradisi lisan bicara tentang suku Ono Mbela, yaitu manusia yang hidup di atas pohon. Mereka pemilik hutan dan marga satwa di rimba sokhö utu ndru’u. Manusia dari etnis atau suku lain yang hendak memburu di hutan, harus minta izin dari mereka dengan memberi persembahan sesajen. Pada tahun 1985 masih dapat dilihat persembahan yang diletakkan di bawah pohon. Grup Etnis di Sungai cuhanaröfa Leluhur mereka oleh tradisi lisan di Nias disebut Cuhanaröfa. Grup Etnis dengan kepala besar sebua gazuzu Leluhur mereka Nadaoya, yang dipandang juga sebagai roh jahat atau iblis yang memangsa. Grup Etnis di Sebelah bawah air terjun sihambula Disebut juga Sihambula yang tinggal di sebelah bawah air terjun dan Awuwukha, yang tinggal di jurang terjal. Grup Etnis di sebelah bawah air barö nidanö Tiada kemungkinan, orang hidup di bawah air. Besar kemungkinan, orang yang dimaksudkan disini adalah orang atau satu suku yang tenggelam dalam Tsunami. Bagi mereka ini dipakai juga istilah Bekhu Nasi hantu laut. Ternyata, bahwa suku Niha manusia yang menuturkan tradisi lisan, mengutamakan sukunya sendiri dan tidak mau membuang untuk menceriterakan kepada kita berita tentang penghuni pertama di pulau Nias. Siapakah orang-orang ini dan apakah mereka benar-benar ada? Sudah pasti ada orang-orang di pulau, sebelum kelompok etnis saat ini tiba. Hal ini dikonfirmasi oleh catatan sejarah dan penelitian arkeologi. Beberapa kelompok yang dijelaskan ini mungkin hanya cerita mitologi, tetapi yang lain, terutama orang yang tinggal di gua dan di pohon, memang ada. Mereka kemungkinan adalah kelompok suku Austronesia yang telah diisolasi di Nias. Beberapa orang Nias sekarang memiliki rambut keriting, yang mungkin merupakan hasil gen dari penghuni-penghuni pertama di Nias. Penghuni Nias yang disebut Niha manusia Menurut mitologi mereka, orang-orang Nias awalnya, hidup di dunia atas surga, dan nenek moyang asli menurunkan mereka ke bumi Pulau Nias. Grup Etnis dari atas moroi yaŵa Niha manusia Ibu Nazaria menurunkan satu orang leluhur dari grup manusia itu. Belum jelas siapa dia itu, entah Ho atau Hia atau Hia-Ho. Dalam Hoho disebut Ho pada awal mula Ho ba mböröta. Penelitian DNA menemuka kesamaan suku Nias dengan suku-suku di Filipina dan Taiwan. Sedangkan suku-suku asli di Taiwan berasal dari Yunan, Cina Selatan. Saudara jauh? Kiri suku-suku di Taiwan. Kanan suku-suku di Filipina. Dalam ke-2 silsilah tertua yang ditulis oleh Sundermann dan Thomas diakui, bahwa sudah ada suku-suku lain di Nias, sebelum suku Niha datang. Grup Manusia ditaksir masuk ke Nias sekitar tahun 1350 M. Mereka ini membawa kemajuan di sektor pertanian, peternakan, teknik menenun, pertukangan kayu, pandai besi, tukang emas yang datang dari Padang Lawas Sumatra, arsitektur rumah, adat-istiadat/budaya, penghormatan terhadap orangtua dan para leluhur, patung leluhur, budaya megalitik, silsilah, dll. Mengingat bahwa pada waktu itu dinasti Ming menguasai laut di Asia Tenggara sampai ke Afrika, mengingat juga bahwa pada waktu itu di Singkuang, kota di muara sungai Batang Gadis yang berhadapan dengan Nias, terdapat suatu koloni orang Cina serta satu galangan kapal lih. buku Tuanku Rao, maka sangat mungkin suku Niha di Nias berasal dari situ. Terdapat cukup banyak indikasi untuk teori itu. Sebagai suatu perbandingan kita dapat melihat suku Mandailing, yang merupakan suatu suku campuran antara Jawa, Cina dan Bugis. Para leluhur suku Niha yang terkenal adalah Ibunda Siraso, Hia dan Ho. Mereka berdomisili di Sifalagö Gomo. Penelitian yang dilakukan Balai Arkeologi Medan di Sifalagö Gomo menemukan bukti kehadiran Niha di Sifalagö Gomo pada tahun sekitar 1350 atau sekitar 600-700 tahun yang lalu. Imigrasi sebelum Hia? Leluhur Daeli, terhitung 42 generasi dalam silsilah. Leluhur Ho, terhitung 56 atau 59 generasi dalam silsilah. Leluhur Sihai, Sirao, Luomewöna terhitung l/k 60 generasi dalam silsilah untuk marga Zebua . Leluhur Gözö/Baeha, terhitung ca. 40 generasi oleh marga Baeha di Lahewa. Leluhur Daeli berdiam di Tölamaera, Idanoi, dan Gözö di dekat muara sungai Muzöi. Ama Waigi Hondrö di desa Onohondrö menyebut juga suatu rumusan kuno ”Siwa götö niha me löna so Hia.“ Artinya 9 generasi sebelum ada Hia. Maka kita harus mengurangi sekitar 225 tahun dari tahun kelahiran Hia. Dengan melihat banyaknya generasi dari para leluhur di sebelah atas, maka kita harus memperkirakan kedatangan para leluhur itu jauh sebelum Hia. Dengan menghitung 25 tahun untuk satu generasi, imigrasi mereka boleh jadi sbb. Daeli pada tahun ± 950 M , Ho pada tahun ± 600 M, Sihai/Zebua pada tahun ± 500 M, Gözö pada tahun ± 1000 M. Perhitungan ini tidak bermaksud untuk membenarkan angka-angka generasi dalam silsilah-silsilah tersebut di atas. Hanya menggambarkan suatu skenario untuk penelitian lebih lanjut atas sejarah para leluhur di Nias. Rumusan kuno berbunyi Ladada raya Hia, lafailo yöu Gözö, ladada Ho ba ndroi Gaidö, ya'ia börö zanatulö. Hia diturunkan di Selatan, Gözö diturunkan di Utara, Ho diturunkan di lembah Gidö, dia itu sumber perdamaian. Kelompok etnis lain di Nias Wanita dari marga Polem Suku Polem dari Aceh Pada tahun 1639, Iskandar Muda meninggal di Aceh. Tiga tahun sesudah itu, tahun 1642, suku Polem dari Aceh masuk ke Nias dengan memakai 7 biduk. Mereka berlabuh di beberapa tempat di pantai Timur pulau Nias, antara lain di muara sungai Idanoi yang sejak itu disebut Luaha Laraga. Keturunan mereka ditemukan di desa Mudik dan juga di To’ene. Peninggalan dari zaman itu adalah 2 meriam besar yang dapat dilihat di Pendopo di Gunungsitoli dan di depan mesjid tertua di Mudik. Suku orang Bugis Orang Bugis tinggal di pulau-pulau kecil di seluruh Indonesia. Suku Bugis terkenal sebagai perantau. Dalam tradisi lisan Nias terdapat beberapa petunjuk tentang kehadiran mereka di pulau Nias Laowö Maru di sebelah selatan Gunungsitoli, Masa di hulu sungai Oyo Ulu Noyo, Bahoya di Mazinö dan Bekhua di Telukdalam. Tetapi kini, mereka tidak ada lagi di situ. Keturunan mereka sampai sekarang ditemukan di Pulau Hinako, dan Sirombu dan di Pulau Tello. Di Nias, Bahasa Bugis disebut li mbekhua. Mereka sudah lama meninggalkan bahasa mereka sendiri. Namun bahasa itu masih tersisa dalam nama-nama pulau, nama Pulau Tello. Dulu di Makassar terdapat satu kerajaan dengan nama Tello. Suku Bugis di Hinako pernah diserang oleh orang Aceh dan hampir seluruh warganya dibunuh oleh orang Aceh. Keturunan orang Bugis masih ada di kepulauan Hinako, nama marga adalah Marunduri dan Maru'ao. Sekolah untuk orang Cina di Gunungsitoli 1951. Orang Cina Tionghoa Orang-orang Cina telah datang ke Nias sebagai pedagang selama ratusan tahun dan banyak dari mereka telah menetap di pulau. Keluarga-keluarga Cina telah tinggal di kota-kota dan desa-desa yang lebih besar di sepanjang pantai selama beberapa generasi. Di Gunungsitoli ada banyak orang keturunan Cina. Contoh marga orang Cina yang ada di Nias adalah; Lim Halim, Thio, Wong, Tan dan Gho. Bahasa Nias Bahasa ini sangat tua dan unik, belum diketahui dari mana asal usulnya dan belum dapat digabungkan dengan bahasa-bahasa lain dalam satu rumpun atau keluarga bahasa. Diandaikan bahwa setiap suku baru yang berimigrasi ke Nias, lama-kelamaan meninggalkan bahasa mereka sendiri dan kemudian memakai bahasa Nias bahasa penduduk yang sudah kian hadir di situ. Contoh terbaru ialah orang Bugis di Hinako. Sekitar tahun 1800 mereka meninggalkan bahasa Bugis. Begitu juga keturunan Polem yang beradaptasi di Nias dan berbicara bahasa Nias. Contohnya di desa Mudik. Namun seringkali masih terdapat relik-relik dari bahasa ibu sendiri yang dipertahankan. Saat ini ada sekitar satu juta penutur bahasa Li Niha. Ini termasuk orang Nias etnis yang tinggal di pulau serta beberapa ratus ribu orang Nias yang tinggal di tempat lain di Indonesia. Patung Adu Zatua digunakan dalam pemujaan leluhur. Adat-istiadat dan hukum hada, böwö, huku, agama Secara umum diakui, bahwa adat-istiadat hada, böwö kita di Nias berasal dari Gomo. Tetapi ini tidak berarti, bahwa masyarakat Nias seluruhnya berasal dari Gomo. Pokok dari adat-istiadat seluruhnya adalah adat perkawinan böwö ba wangowalu. Bagian lain yang sangat penting adalah hukum yang dirumuskan pada pesta Fondrakö. Bagian lain lagi ialah agama para leluhur, yakni penghormatan terhadap orang tua pemujaan leluhur. Segala-galanya disampaikan dengan doa dan persembahan kepada orang tua yang telah meninggal atau kepada para leluhur. Segala-galanya dimohon dengan doa dari mereka. Struktur masyarakat Nias adalah patrilineal. Yang termasuk dalam suatu clan atau marga adalah semua orang yang berasal dari seorang leluhur laki-laki si sambua mo’ama. Perkawinan adalah exogamy. Putri-putri dikawinkan dengan suku lain. Atau pengantin perempuan diambil dari suku lain dengan melunasi mas kawin yang cukup tinggi. Dalam hal ini sangat penting untuk memperhatikan pihak Iwa saudara ayah calong mempelai perempuan dan uwu atau sibaya saudara dari ibu mempelai perempuan dihitung 8 generasi kembali. Orang Nias mengubah nama mereka ketika mereka memiliki anak. Mereka mengambil nama anak pertama yang lahir, terlepas jika itu adalah anak laki-laki atau perempuan. Orang tua laki-laki menambahkan "Ama" Ayah dan perempuan menambahkan "Ina" Ibu. Sebagai contoh jika pasangan memiliki anak disebut Sökhifao, orang tua akan dikenal sebagai Ama Zökhi dan Ina Zökhi. Teman dan keluarga akan menggunakan nama ini, sementara nama sebenarnya hanya digunakan untuk tujuan resmi. Tradisi ini masih digunakan di Nias saat ini. Hirarki desa Bangsawan wanita dari Nias Selatan. Orang-orang Nias mempunyai struktur hirarki dan dibagi dalam tiga kelas; bangsawan, orang biasa dan budak. Setiap kelas memiliki tingkat yang berbeda. Para ketua adalah yang tertinggi dari para bangsawan, hampir lebih dekat dengan para dewa dari manusia. Berikutnya adalah bangsawan yang terlibat dalam pimpinan. Pangkat rakyat biasa itu lebih fleksibel dan tergantung pada kekayaannya emas, babi dan budak dan kemampuan untuk memberikan pengorbanan yang diperlukan untuk pesta adat owasa. Budak dibagi dalam tiga tingkat; tahanan dari perang, orang yang tidak bisa membayar hutang mereka, dan penjahat dengan hukuman mati yang telah diampuni. Tawanan perang adalah kategori terendah dan kadang-kadang dikorbankan ketika sebuah kepala diperlukan untuk kegunaan upacara. Sebuah Masyarakat prajurit Sekitar abad ke-11 ketika budak-budak menjadi komoditas, Pulau Nias sering diserbu oleh orang luar. Akhirnya kepala suku Nias juga terlibat dalam perdagangan, dengan menjual musuh yang ditangkap dalam pertukaran untuk emasUntuk waktu yang lama, masyarakat Nias hidup dalam keadaan konflik yang terus-menerus. Sering di keadaan membela diri terhadap perampok budak atau terlibat dalam peperangan antar suku. Masyarakat Nias mengembangkan sebuah budaya perang, berfokus pada membangun pertahanan dan membuat senjata. Pemuda-pemuda dibesarkan untuk menjadi prajurit yang ganas dan pelatihan dimulai pada usia dini. Sebagai hasilnya Nias memiliki pejuang-pejuang kuat, tukang ahli pembangun dan tukang besi, tetapi petani atau nelayan yang kurang terampil. Menjadi prajurit tidak berarti bahwa orang itu selalu harus berjuang. Perencanaan strategis dan licik adalah keterampilan penting dalam masyarakat Nias. Strategi politik olah gerak antara desa dan öri adalah bagian dari perebutan kekuasaan yang konstan. Misalnya sebuah desa bisa berpihak dengan pasukan Belanda untuk menyerang mengalahkan musuh, hanya untuk beralih sisi kemudiannya. Siapa pun yang bisa membujuk orang lain untuk melakukan penawaran mereka dengan kata-kata saja adalah orang yang sangat dihormati. Seni pidato itu sangat dihargai, dan sampai hari ini orang Nias adalah sangat terampil pembicara publik dan memiliki keterampilan politik alami. Marga-marga Nias Di Nias ada sekitar seratus marga. Ini adalah sebagian dari marga yang terkenal HIA Berasal dari Börönadu, Gomo, Nias Selatan. Sekarang tinggal di Nias Barat. TELAUMBANUA Berasal dari Idanoi, Gunungsitoli. Sekarang tinggal di Gunungsitoli, Sawo dan Gomo. GULÖ Berasal dari Sungai Gidö, Nias. Sekarang tinggal di Gidö, Mau dan Mandrehe. ZEBUA Berasal dari Laraga-Ononamölö-Tumöri, Gunungsitoli. Sekarang tinggal di Tumöri, Gunungsitoli dan Mandrehe. HAREFA Berasal dari Onozitoli, Gunungsitoli. Sekarang tinggal di Namöhalu, Lotu dan Gunungsitoli. DAELI Berasal dari Onolimbu, Lahömi, Nias Barat. Sekarang tinggal di Nias Barat. DUHA Berasal dari Negeri To'ene, Nias Selatan. Sekarang tinggal di Teluk Dalam. HULU Berasal dari Gomo, Nias Selatan. Sekarang tinggal di Alasa. LAIA Berasal dari Gomo, Nias Selatan. Sekarang tinggal di Lölöwau, Gidö dan Lölömatua. WARUWU Berasal dari Sungai Gidö, Nias. Sekarang tinggal di Mau dan Mandrehe. Marga-marga yang lain Dachi, Halawa, Mendröfa, Ndruru, Gea, Zalukhu, Zega, Zendrato, Lase, Laoli.